Featured Posts

[Holiday in Melbourne] Lessons Learned #1 Kesan pertama ketika menginjakkan kaki ke melbourne untuk kedua kalinya pada akhir maret yang lalu adalah, hampir tidak ada yang berubah dari kota ini. Masih tetap rapi, bersih, hidup dengan cuaca yang...

Read more

[Holiday in Melbourne] Lessons Learned #1 Kesan pertama ketika menginjakkan kaki ke melbourne untuk kedua kalinya pada akhir maret yang lalu adalah, hampir tidak ada yang berubah dari kota ini. Masih tetap rapi, bersih, hidup dengan cuaca yang...

Read more

Mempelajari Alkitab dengan Keyakinan Lesson 1: Studying the Bible with Confidence - Indonesia Version How to Study the Bible By RBC Ministries   Selamat Datang di “How to Study The Bible”. Pernahkah kamu ingin belajar...

Read more

Tips untuk Produktif di Depan Komputer Komputer dan Internet memang sangat memudahkan hidup kita saat ini, namun harus diakui jika tidak digunakan dengan bijak akan menjadi bumerang yang menghabiskan waktu kita dengan sia-sia. Pekerjaan penting...

Read more

Thanksgiving Thursday - Training, Break, Salmon One of my blogger friend -Ci Shinta created a blog dedicated to let us share His kindness and to express our gratitude. You can find and read other people's thanksgiving in here. I believe it's wonderful...

Read more

  • Prev
  • Next

Good bye Blogspot, welcome to WordPress – Bagaimana Migrasi dari Blogspot ke WordPress

Posted on : 27-11-2011 | By : Irene Salomo | In : Lessons Learned, wordpress

0

Setelah kurang lebih 2 tahun 9 bulan menggunakan jasa blogspot u/ngeblog, pada bulan oktober akhirnya aku memutuskan u/menyewa domain irenesalomo dan hosting di http://omnivps.com/ sebagai tempat blog. Alasan migrasi ini sangat simple, yaitu:

  • dari dulu punya ‘cita-cita’ untuk punya domain sendiri, kalau perlu dengan nama sendiri juga *narcis mode:ON* :P
  • lagi pengen mencoba CMS WordPress yang kata orang memberikan lebih banyak fleksibilitas u/para developer
  • sambil belajar manage hosting sendiri, kalau pas rajin terpikir untuk sekalian bikin website di subdomain ini.
  • harga sewa hosting sekarang ini super murah, aku cukup membayar 200,000/tahun alias per 365 hari! untuk sewa domain & hosting
  • salah satu cara memovitasi diri untuk lebih banyak menulis (amin..)

Mungkin ada yang bertanya, kenapa gak dari dulu aja ya? sebenarnya dulu sempat mempertimbangkan menggunakan wordpress, tapi di tahun 2009 menurut artikel yang aku baca, belum ada fasilitas migrasi blog dari WP ke Blogspot, sedangkan kalau dari blogspot bisa migrasi ke WP dengan mudah. Waktu meliat-liat theme WP juga sepertinya gak semenarik blogspot. Kenyataannya di tahun 2011 (bahkan mungkin dari sebelumnya), sudah ada plugin buat migrasi dari WP ke blogspot, theme WP juga gak kalah bagus dari Blogspot.

Tadinya aku menargetkan diri menggunakan hanya 2x weekend u/melakukan migrasi, ternyata oh ternyata karena ada masalah ketika menggunakan plug-in u/migrasi secara otomatis, ditambah kemalasan pribadi akhirnya prosesnya baru selesai setelah ± 1 bulan. Aku akan coba share beberapa pengalaman yang didapat dari proses migrasi ini:

Hal yang berhasil dilakukan secara otomatis

»» Migrasi Blogspot ke WordPress tanpa plugin 

Ceritanya, setelah berhasil menginstall WordPress versi terbaru ke hosting, aku langsung semangat tool yang udah tersedia u/melakukan migrasi secara otomatis lewat Dashboard WP –>Tools –> Import –> Blogger. Sayangnya, setelah dijalankan muncul error seperti ini:

Setelah mencoba berbagai trik di google sampai meminta admin hosting mengecek setting protocol hosting, dan tetap tidak berhasil, akhirnya ada 1 tutorial yang memberi trik u/mengconvert blog dari blogspot ke format WordPress dulu lewat website ini. Kemudian file tsb diupload lewat tool dari dashboard WP yang khusus u/import WordPress. Setelah tertunda 2 minggu, akhirnya cara ini berhasil mengimport seluruh blog posting, maupun comments :)

»» Melakukan redirection dari blog lama ke blog baru.

Karena blog lama sudah eksis hampir 2 tahun, pasti masih ada teman-teman yang mengakses blog lama. Mungkin juga search engine google masih mengarahkan hasil pencarian ke blog lama. Sedangkan aku juga gak mau mendelete blog lama di blogspot. Tapi tetap mau migrasi secara penuh. Solusinya adalah dengan redirection, apa artinya? Artinya setiap orang yang masih mengakses link blog aku yang lama, browsernya akan diarahkan secara otomatis ke blog yang baru di WP, tanpa orang tersebut perlu tau alamat blog yang baru. Nah, setelah sampai di blog WP yang baru, orang itu baru akan ‘ngeh’ kalo aku udah migrasi ke WP.Teknik redirection sangat efektif khususnya kalo website kita punya Search Engine Optimization (SEO) yang cukup tinggi, artinya cukup dikenal oleh mesin pencari Google.

Setelah mencoba dengan berbagai script yang hasilnya kurang memuaskan alias gagal karena struktur link address alias permalink blogspot dan WP sangat berbeda. Contohnya, struktur link address di blogspot adalah…..blogspot/(angka tahun)/(angka bulan)/judul tulisan, sedangkan WP adalah …..wordpress/(angka tahun)/(angka bulan)/(angka tanggal)/judul tulisan. Akhirnya, aku baru tau ternyata WP udah menyediakan plugin yang bisa melakukan redirection scr otomatis.

»» Meneruskan jumlah visitor counter dari blog lama

Tadinya, aku pikir visitor counter di blog baru harus mulai dari 1 lagi, padahal jumlah visitor di blog lama sudah mencapai ribuan. Emang gak fantastis sih, tapi tetap berasa sayang juga kalo harus hilang semuanya. Ternyata ada plugin visitor counter di WP yang memiliki pilihan untuk mengeset initial number, jadi gak mesti mulai dari 1, yay! :D

 

Hal yang harus (terpaksa) dilakukan secara manual dan gagal termigrasi

 

»» Migrasi tags, theme & widget dari blogspot

Entah mengapa, format dan isi yang tereksport dari blogspot cuma sampai level posting dan comment, sedangkan theme dan tags dari postingan aku sama sekali tidak terlihat lagi. Untuk theme tidak terlalu masalah, karena aku memang berencana sekalian mengganti theme blog, yang repot adalah tags atau dalam WP istilahnya category. Aku terpaksa harus bikin category baru dan melabeli tiap postingan dengan category2 itu. Aku tidak terlalu mempermasalahkan widget karena WP juga kaya akan plug in yang menarik. Ntah mengapa, aku merasa widget Blogspot juga sedikit memperlambat proses loading blog.

»» Nama commentor berubah menjadi Irene Salomo

Karena aku juga memutuskan menggunakan system comment dari Disqus yang lebih indah dan mudah dimanage, aku mengimport comment2 lama ke disqus. sayangnya nama commentor yang muncul semuanya menjadi “Irene Salomo”. Lucunya di Menu Sidebar sebelah kanan: Recent Comments nama commentor yang original masih ada :p.

 »» Tag read more di postingan dan video yang diattach dari youtube menghilang

 

Kesimpulan aku, migrasi dari blogspot ke wordpress sama sekali tidak sulit, hanya perlu waktu, ketekunan dan memilih-milih resources tutorial yang tepat di google, karena tutorial yang ada berjibun jumlahnya. Kesalahan yang aku lakukan adalah langsung mencoba tutorial yang aku temukan, sebelum membaca sampai bagian terakhir dan membandingkannya dengan tutorial lain yang sebenarnya lebih komplit dan tepat. Sehingga aku sempat agak ‘tertipu’ dengan salah satu tutorial yang lebih banyak menggunakan script manual, padahal sudah ada plug in yang bisa melakukan hal yang sama. Langkah selanjutnya sekarang adalah lebih rajin nulis dan sedikit demi sedikit mempercantik personal website ini :)

Referensi yang sangat menyelamatkan:

http://bloggertowp.org/migrate-from-blogger-to-wordpress-best-tutorial/